Menjadi Pribadi Yang Nice

Di dalam suatu komunitas baik itu di keluarga, di gereja, di kantor dan dimana saja seringkali dan pastinya kita berjumpa dengan beraneka ragam orang, dengan berbagai karakter yang berbeda, dilahirkan dari keluarga yang beragam budaya, latar belakang, pola asuh, pola didik, pekerjaan, Pendidikan, pengajaran-pengajaran, tata cara ibadah gereja yang berbeda dan sebagainya.

Sering kali kita berjumpa dengan orang yang tidak sepaham, orang yang tidak sesuai dengan kriteria kita dan bertemu dengan orang yang bersikap tidak bersahabat.

Ada sebagian orang yang berani untuk bersuara mengutarakan pendapat dan pandangannya, tapi pada umumnya memilih untuk cuek, masa bodoh, dan menghindar dari perbedaan-perbedaan tersebut.

Bicara soal menghargai dan menghormati akan terasa lebih mudah bila itu dilakukan terhadap orang yang sepaham dan sependapat, yang pola pikirnya sama serta yang connect dengan kita, tapi terasa lebih sulit dilakukan terhadap orang yang berlawanan, yang tidak sama cara berfikirnya, apalagi visi dan misi nya yang berbeda.

Dibutuhkan kesadaran penuh, apakah kita masih bisa menghormati perbedaan-perbedaan yang ada? Terlebih lagi apakah kita bisa menerima perbedaan tersebut? Dan yang terpenting apakah kita bisa tetap menghormati pribadi orang tersebut?

 

2 Kor 5:15-16 (TB) dikatakan Kristus telah mati untuk Semua Orang

Apakah Kristus hanya mau mati untuk orang yang sepaham dengan Dia? Untuk orang yang benar? Untuk orang yang menerima dan mengasihi Dia saja? untuk orang yang tidak menyalibkan Dia? Dsbnya?

Tapi dikatakan Kristus mati untuk semua orang, bahkan tanpa terkecuali.

Di dalam suatu peraturan/ undang-undang sering kita menemukan kata Terutama, serasa itu ada makna yang tersembunyi, ada persyaratannya dan pengecualiannya, tapi Kristus tidak membuat pengecualian.

Walaupun musuh sekalipun, apakah kita masih tetap menghargai musuh kita?

Kita bisa tidak setuju, tapi kita harus tetap membangun rasa hormat, sekalipun sulit tapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Kolose 3:23 (TB) Perbuatan kita dilakukan dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.

Mari kita bangun suatu pribadi yang nice, sehingga kita bercahaya diantara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada Firman Kehidupan….. Flp 2-14-16 (TB)

Share This Post
Written by Novinda
Seorang partner hidup di dalam kehidupan Tobias Warbung, dan partner usaha sekaligus membantu usaha di Towadesign dan merintis usaha jasa penyediaan laporan keuangan etc dengan nama QC Indonesia, suka mencoba hal-hal baru seperti memasak makanan dan juga menulis kehidupan kerohanian yang berhubungan dengan manusia dan Tuhan.
Have your say!
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>