Jamahan Tuhan ku rasakan saat trip ke Eropa

Traveling di bulan November 2017

Deg-deg an banget pastinya saat kondisi kesehatan menurun di waktu yang hanya tinggal 2 hari sebelum travelling. Saat itu saya sempat ke dokter dulu untuk pemeriksaan detail atas kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun dan sangat menakutkan untuk travelling. Namun saat itu dokter belum bisa memastikan diagnosa pastinya atas kondisi saya karena harus dilakukan observasi lebih lanjut terlebih dahulu.
Tapi dikarenakan waktu yang tidak cukup untuk observasi lanjutan maka saya hanya menjaga kondisi lewat makanan saja dan tambahan vitamin. Perasaan tidak tenang dan kurang nyaman terus mengganggu tentunya, apalagi saat harus pindah-pindah ke beberapa negara seperti ini. Juga saat itu kami transit dulu di Thailand dan mampir di Russia dulu sebelum akhirnya terbang ke Eropa.
Negara eropa pertama yang kami kunjungi adalah Germany dan lanjut ke Belanda dan Paris. Setibanya di Paris, setelah selesai ikut ibadah minggu pagi di Hillsong Church Paris, kami melanjutkan perjalanan mengunjungi gereja Sacre Coeur Basilica Paris. Di tempat inilah Tuhan menjamah tubuh saya yang sedang sakit. Di ruang doa gereja tersebut kami masuk ke ruang doa masing-masing dan tentunya dengan pergumulan doa masing-masing kami datang ke tempat ini khusus untuk berdoa. Puji Tuhan besok harinya kondisi saya sudah sehat dan tidak lagi mengalami keadaan sakit seperti sebelumnya. Saya percaya Tuhan mendengarkan doa saya dan menjamah tubuh saya.

Sacre Coeur Basilica Church, Paris

Sacre Coeur Basilica Church, Paris

 

Dengan kondisi yang sudah sehat, saya akhirnya bisa lebih menikmati lagi perjalanan selanjutnya yaitu ke Switzerland untuk mengunjungi Lucern dan Interlaken hingga akhirnya perjalanan kami tembus hingga ke gunung tertinggi di Eropa, tepatnya di The Jungfraujoch. Perjalanan yang panjang dan terus menanjak dengan menggunakan panoramic train.

Akhirnya bisa sampai juga The Jungfraujoch, top of Europe, suasana setelah badai salju datang

Jungfrau

Ada keajaiban yang kembali ku alami di tempat ini. Saat saya berusaha menembus super dinginnya cuaca saat itu untuk bisa memegang bendera yang berada di puncak gunungnya, tiba-tiba badai salju datang dengan angina yang sangat kencang. Wajah terhempas terus dengan salju, hingga memaksa saya harus segera lari turun dan mencapai bangunan terdekat untuk menghangatkan tubuh yang mulai terasa beku dan membuat nafas menjadi lebih pendek dan sesak.

Saat kejadian badai tersebut tanpa terasa syal yang saya gunakan di foto di atas terbang tanpa saya sadari syal tersebut telah lepas dari leher saya. Ketika badai salju telah redah saya kembali ke puncak gunung untuk mencari syal tersebut karena leher sangat kedinginan tanpa syal. Namun sia-sia hasilnya, akhirnya saya kembali balik ke bangunan terdekat dengan rasa sedih dan bingung. Saat itu saya hanya berdoa. Doa yang saya ucapkan saat itu “Tuhan tolong, saya sangat membutuhkan syal itu, syal baru saya Tuhan please jangan hilang”…..ketika saya coba sekali lagi keluar naik ke gunung, begitu saya mau keluar gedung tiba-tiba ada turis yang teriak ke istrinya bilang kalo dia menemukan syal di atas gunung. Ketika saya lihat syal itu, hati saya senangnya luar biasa, hampir satu jam saya kehilangan syal saya, yang serasa mustahil untuk kembali.

Sedekat ini Tuhan di kehidupan kita hanya seperti curhat ke temen aja rasanya, Alhasil saya kembali ke Interlaken dengan syal baru saya yang tidak jadi hilang…hehehehh…Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, kita hanya perlu percaya.

Kalo perkara kecil saja seperti syal ini Tuhan perhatikan, apalagi perkara-perkara besar di kehidupan kita. Kita hanya perlu selalu dekat denganNya dimanapun dan saat kondisi apapun. God is good all the time, yes it is true!!

Di saat kita lagi travelling, sebenarnya kita juga bisa gunakan moment-mement liburan tersebut untuk lebih dekat lagi, lebih dalam lagi berkomunikasi dengan Tuhan di setiap saat, setiap tempat-tempat yang kita kunjungi. Ku selalu terkagum-kagum ketika merasakan keindahan karya cipta Allah di setiap tempat-tempat yang ku kunjungi. Di saat itu rasa dekat denganNya lebih terasa lagi juga tentunya rasa syukur dan terkagum akan ciptaanNya.

Meskipun benar tanpa lewat liburan pun kita bisa merasakan hal-hal tersebut, namun juga kita tidak lupa bahwa semua yang bisa kita nikmati setiap harinya semata-mata hanya karena AnugerahNya. Tidak ada hal yang lebih indah ketika kita bisa merasakan hadiratNya di setiap waktu, setiap tempat, setiap moment.

church in europe

 

Share This Post
Have your say!
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>