Menangapin Perbedaan Dengan Cara Berdeda

Penulisan saya hari ini adalah bagaimana kita merespon perbedaan yang ada?

sering kali manusia bereaksi dengan alami seperti mengerutkan dahi, menunjukkan muka ya asam, merengut, melotot, bahkan ada yang marah seketika itu juga.

Perbedaan dirasa hal yang membuat dunia menjadi kacau balau. Bagaimana dengan hubungan? Apabila ada perbedaan di dalam pendapat, apakah kita akan cenderung menyangahnya tanpa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjelaskan? Dan bahkan kita menganggap perbedaan itu adalah suatu perdebatan yang panjang karena berusaha saling mempengaruhi supaya semua setuju dengan pendapat kita.

Firman Tuhan mengatakan di 1 Kor 12:12-27 bahwa manusia diciptakan dengan berbagai organ, ada tangan, kaki, tubuh dan sebagainya yang merupakan satu kesatuan Tubuh Kristus, semua perbedaan mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan saling bekerja sama untuk tujuan yang sama.

Seringkali kita menanggapin perbedaan dengan ego manusiawi kita, sekarang waktunya kita melihat perbedaan dengan cara pandang Allah di Rm 12:3-5

Semakin kita menemukan banyak perbedaan, itu justru membuat dunia kita semakin luas, makin hidup, makin berwarna, makin kaya, makin kenal keunikan pribadi dan karakter banyak orang dsb nya, asalkan kita mau menanggapin nya dengan respon yang dewasa dan dengan cara yang kreatif.

Bila tidak ada orang yang mengatakan atau mengutarakan pendapatnya lagi kepada kamu, harusnya kamu mulai segera berubah, jangan-jangan kamu adalah orang yang tidak bisa menerima pendapat dan perbedaan, dan pada saat itu adalah awal dari kehancuran diri sendiri.

Amsal 27: 5-6 Lebih baik mempunyai teman yang berbicara jujur, apa adanya dan berani mengutarakan pendapat dan pandangan, daripada yang bersikap baik di luar, tapi pada akhirnya kamu tidak belajar hal-hal yang baru.

Hindarkan banyak alasan-alasan yang mungkin bisa menjadi pembelaan/ pembenaran terhadap diri sendiri, toh kamu sedang tidak ada di dalam pengadilan bukan?

Mendengarkan saja lebih baik, daripada terus mengutarakan pembelaan dan pembenaran di dalam suatu hubungan, karena intinya hubungan itu lebih penting daripada menang argument untuk suatu kepuasaan batin sesaat.

Melalui pembelajaran kehidupan dan catatan kecil ini, kiranya bermanfaat dan membuat kita semakin hari semakin hidup dan memberi manfaat kalau perbedaan-perbedaan itu bukan mimpi buruk melainkan perbedaan-perbedaan yang ada adalah bagaimana sikap yang kita ambil di dalam menghadapi nya.

Share This Post
Written by Novinda
Seorang partner hidup di dalam kehidupan Tobias Warbung, dan partner usaha sekaligus membantu usaha di Towadesign dan merintis usaha jasa penyediaan laporan keuangan etc dengan nama QC Indonesia, suka mencoba hal-hal baru seperti memasak makanan dan juga menulis kehidupan kerohanian yang berhubungan dengan manusia dan Tuhan.
Have your say!
0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>